LINDUNGI DIRI ANDA DARI KANKER SERVIKS

Minggu, 27 Maret 2011


Tahukah Anda, bahwa di dunia, setiap dua menit, seorang perempuan mennggal akibat kanker serviks? Bagaimana dengan di Indonesia? Diperkirakan setiap satu jam satu orang perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks.

Apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasinya? Mari gunakan waktu dua menit atau lebih untuk mengetahui informasi mengenai kanker serviks.

KANKER SERVIKS, apakah itu?
Kanker serviks (leher rahim) adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada serviks (leherb rahim). Perubahan menjadi sel kanker memakan waktu 10 hingga 15 tahun.

Apakah dampak yang diakibatkan KANKER SERVIKS?

Kanker serviks umumnya terjadi pada rentang usia 30 hingga 50 tahun, yaitu puncak usia reproduktif perempuan sehingga akan menyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik, kejiwaan dan kesehatan seksual.

Apa penyebab KANKER SERVIKS?
Human Papilloma Virus (HPV) yang bersifat onkogenik (menyebabkan kanker).
Di dunia, diketahui HPV tipe 16, 18, dan 45, 31, dan 52 secara bersamaan telah menjadi penyebab lebih dari 80% kasus kanker serviks.
HPV 16 dan 18 secara bersama mewakili 70% penyebab utama kanker serviks.

Apa lagi tentang HPV yang perlu untuk saya ketahui?
HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
Penularan dapat terjadi meski tidak melalui hubungan seksual. Contohnya, penggunaan bersama alat-alat pribadi terutama yang telah terkontaminasi, seperti penggunaan bersama handuk atau pakaian penderita yang terkontaminasi.
Human Papilloma Virus sangat resisten (bertahan) terhadap panas dan proses pengeringan (desiccation).

Faktor apa saja yang mendukung timbulnya KANKER SERVIKS?
-menikah saat usia muda (dikaitkan dengan usia pertama kali saat berhubungan seksual)
- kehamilan yang sering,
- merokok,
- penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang,
- dan penyakit menular seksual.

Bagaimana gejala dari KANKER SERVIKS?
Kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa menimbulkan gejala. Namun, jika dilakukan pemeriksaan skrining dapat ditemukan adanya sel-sel serviks yang tidak normal yang disebut juga sebagai lesi prakanker.
Bila kanker sudah mengalami progresifitas maka gejala-gejala yang dapat timbul antara lain:
-          pendarahan dari liang senggama,
-          timbulnya keputihan yang bercampur darah dan berbau,
-          nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil.
Jangan tunda untuk menghubungi dokter jika Anda menemui gejala tersebut.

Siapa yang berisiko terkena KANKER SERVIKS?
80%perempuan akan terinfeksi oleh HPV pada masa hidupnya. 50% diantaranya akan terinfeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker pada masa hidupnya.

Apakah setiap perempuan memiliki risiko infeksi HPV?
Setiap perempuan berisiko terkena infeksi HPV penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya, tanpa memandang usia dan bagaimana gaya hidupnya.

Mengapa setiap PEREMPUAN berisiko?
Infeksi yang berulang dan menetap (persisten) hampir tidak bergejala pada tahap awal. Perkembangan menuju kanker serviks seringkali terjadi setelah beberapa tahun sesudahnya. Setelah terinfeksi, tubuh tidak selalu membentuk kekebalan (antibodi) terhadap HPV sehingga tubuh tidak terlindung dari infeksi baru ataupun re-infeksi.

Bagaimana cara mendeteksi KANKER SERVIKS?
Pap Smear atau
Inspeksi Visual Asetat (IVA – Visual Inspection with Acetic Acid)
Namun, yang perlu menjadi catatan penting disini adalah, skrining tidak dapat mencegah terjadinya kanker serviks.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terkena KANKER SERVIKS?
Tindakan pengobatan atau terapi sangat bergantung dari sejauh mana stadium kanker serviks saat didiagnosis. Dikenal beberapa tindakan (modalias) dalam menata laksana kanker antara lain:
-          tindakan bedah (surgical treatment),
-          radioterapi,
-          kemoterapi, dan
-          terapi paliatif (palliative care) yang lebih difokuskan pada peningkatan kualitas hidup pasien.

Bagaimanakah cara mencegah KANKER SERVIKS?
Pencegahan kanker serviks dapat dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu:
-          pencegahan primer: Vaksinasi
-          pencegahan sekunder: Pap Smear atau Inspeksi Visual Asetat (IVA) bagi mereka yang telah berhubungan seksual.
Dari studi penelitian menunjukkan vaksinasi bersama dengan skrining dapat mengurangi kejadian kanker serviks secara efektif.

Mengapa VAKSINASI?
Vaksinasi saat ini merupakan era baru dalam pencegahan kanker serviks bagi remaja putri dan perempuan dewasa.
Melalui vaksinasi, diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab utama kejadian kanker serviks.
Selain itu, vaksinasi juga dapat memberikan perlindungan silang terhadap infeksi HPV lainnya penyebab kanker yakni tipe 45, 31 dan 52.

Kapan VAKSINASI sebaiknya diberikan?
Vaksinasi sebaiknya diberikan sedini mungkin. Rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan HOGI (Himpunan Onkologi Genekologi Indonesia) vaksinasi dapat diberikan pada remaja putri mulai usia 10 tahun.

Apa dampaknya apabila menunda VAKSINASI?
Setiap perempuan berisiko terkena infeksi HPV penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya, tanpa memandang usia dan gaya hidupnya. Menunda vaksinasi berarti menempatkan diri pada risiko terkena infeksi dan menunda kesempatan perlindungan yang dapat diberikan oleh vkasin.

Bagaimana jadwal pemberian VAKSIN?
Vaksinasi dilakukan dalam tiga tahap dosis pemberian, yaitu bulan ke-0, 1/ (2) dan 6 (contoh: Vaksinasi I pada Januari, Vkasinasi II pada Februari dan Vaksinasi III pada Juli)

Apakah Vaksinas HPV ada efek samping?
Sejauh ini, hampir semua efek samping yang ditimbulkan lebih bersifat lokal, yakni nyeri di daerah sekitar tempat penyuntikan (injeksi).
Konsultasikan dengan Dokter Anda mengenai cara perlindungan yang bijaksana terhadap infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
Sekarang, Anda bisa membantu menyelamatkan diri Anda dan orang-orang terkasihdari ancaman kanker serviks.

UNDERSTAND AND HELP OUT CERVICAL CANCER NOW!!!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

0 komentar:

Posting Komentar