MENGHENTIKAN KECANDUAN GANJA

Minggu, 20 Maret 2011

Ganja merupakan zat psikoaktif yang bekerja pada pusat-pusat emosi di otak yang memicu perubahan suasana hati dan perilaku. Zat aktif yang terkandung dalam ganja tetrahydrocanabinol/THC yang masuk ke dalam tubuh melalui paru-paru/ diisap seperti rokok. Dalam waktu 2 jam setelah diisap timbul tanda-tanda seperti mata merah (conjunctival injection), nafsu makan bertambah, mulut kering dan jantung berdebar.

Seseorang bisa dikategorikan kecanduan/adiksi bila terdapat tanda dan gejala yang pertama adanya penyalahgunaan zat adiktif yang bersifat menyimpang/ patologis minimal 1 bulan dan telah diikuti gangguan fungsi sosial atau pekerjaan.
Yang kedua, terjadi toleransi dan gejala putus zat bila pemakaian dihentikan atau dikurangi atau tidak ditambah dosis. Toleransi yang dimaksud menggambarkan menurunnya efek obat karena penggunaan berulang dengan dosis tetap atau perlau penambahan dosis untuk memperoleh efek yang sama. Ganja memang tidak menimbulkan efek ketergantungan fisik yang hebat seperti heroin (putaw).

Seseorang dapat kecanduan ganja karena sangat populer (tren) di kalangan remaja selain murah juga mudah didapat. Ganja dan alkohol dipandang sebagai lambang kejantanan yang kadangkala menjurus ke arah penyalahgunaan Napza lain seperti heroin. Ganja sering disalahgunakan pada seseorangyang secara kejiwaan kurang percaya diri, untuk menimbulkan kenikmatan seperti berfantasi, halusinasi, bergembira (euforia), santai, enteng bicara (talkative) dan akhirnya tidur.

Ganja merangsang susunan saraf otak di pusat emosi yang menimbulkan efek halusinasi dan bersifat merubah perasaan, pikiran, serta menciptakan cara pandang yang berbeda sehingga dapat mengganggu seluruh perasaan. Secara psikologis ganja menimbulkan rasa malas, lupa, flash back, sulit berkonsentrasi pada saat belajar maupun bekerja, bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Mencoba menghentikan orang yang menggunakan Napza memang sulit, prosesnya panjang dan harus dilakukan secara bertahap. Hal pertama yang harus dilakukan adalah pecandu harus berhenti mengonsumsi ganja (abstinensia). Menjauhkan diri dari komunitas lingkungan pemakai dengan membangun lingkungan sosial yang mendukung proses pemulihan. Bersikap tegas, serta jujur, belajar mengendalikan perasaan (emosi). Berkomunikasi yang lebih terbuka dengan melakukan konsultasi.

Tanpa adanya motivasi dan usaha yang kuat akan sulit untuk pecandu berubah ke pola hidup sehat ( the whole healthy person). Mengoptimalkan cara pikir rasional dengan pendalaman aspek spiriual, melakukan rekreasi alami yang positif dan konstruktif shingga membangun kepercayaan diri.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

0 komentar:

Posting Komentar